
MALANG - Arema FC mengincar angka absolut saat menghadapi Persiwa Wamena di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (10/2/2011) sore nanti. Sekaligus, tim berjuluk Singo Edan atau Singa Gila membidik peringkat dua klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI). Saat ini Arema bertengger di posisi tiga kelasemen sementara LSI dengan perolehan poin 23 hasil dari 13 pertandingan, atau hanya selisih dua poin dengan Semen Padang FC yang saat ini berada di posisi kedua. Hasil positif saat menumbangkan Persipura Jayapura pada Minggu (6/2/2011) malam lalu dengan skor tpis 1-0, tentunya menjadi modal positif bagi Ahmad Bustomi dan kawan-kawan untuk melumat Persiwa sore nanti. Apalagi sore nanti tim kebanggaan para Aremania ini, akan tetap turun dengan kekuatan terbaiknya, kecuali Esteban Guillen yang harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Juga, kondisi striker asal Singapura Noh Alam Shah yang dikabarkan masih mengalami cedera otot paha. Absennya dua kekuatan utama di lini tengah dan depan tersebut, tidak terlalu merisaukan kubu tim berlogo kepala singa tersebut, mengingat saat ini masih banyak pemain lapis kedua yang memiliki kualitas permainan sama dengan pemain utama. “Esteban harus absen karena akumulasi, Noh Alam Shah masih kita pantau kondisi terakhirnya sore ini (kemarin). Saat ini tim pelatih juga sudah menyiapkan para pemain pengganti, ” ujar asisten pelatih Arema FC Joko Susilo. Pemain pengganti di barisan depan, kata mantan striker Arema era 1990-an ini, masih ada nama TA Musafri, Ahmad Amirudin, maupun Sunarto yang mencetak gol tunggal ke jala Persipura. Sementara di lini tengah, posisi Esteban bisa diisi Juan Revi, Fachrudin, maupun Rony Firmansyah. Sederet nama juru gedor yang dimiliki Arema, tentunya ada nama Sunarto yang cukup bersinar dalam dua partai terakhir yang dilakoni Arema. Pemain berusia 20 tahun hasil dari godokan Akademi Arema tersebut, mampu membobol gawang Sriwijaya FC di Palembang dan Persipura di Kanjuruhan. “Siapapun pemain yang akan diturunkan tentunya mereka sudah memiliki kesiapan fisik dan mental tanding, untuk merealisasikan target poin penuh dipartai kandang kali ini, ” imbuh Joko. Meski memiliki ambisi besar dan bisa turun dengan formasi pemain yang cukup komplit, namun punggawa Arema dilarang keras untuk jumawa mengingat tim yang bakal dihadapi bukanlah tim kacangan. “Karakter permainan Persiwa pastinya tidak jauh berbeda dengan Persipura, yang memiliki kecepatan tinggi dalam permainan baik saat menyerang maupun bertahan. Makanya pemain tidak boleh meremehkan tim lawan, ” terangnya. Persiwa pun datang ke Malang dengan konfidensi tinggi. “Kami datang ke Malang dengan kondisi siap tempur untuk mencapai hasil maksimal. Para pemain sudah memiliki kesiapan untuk menampilkan permainan terbaiknnya, ” ujar Asisten Manajer Persiwa Wamena, Agus Santoso. Agus menyebutkan, timnya bisa turun dengan kekuatan penuh saat bertemu Arema sore nanti. Hanya satu pemain saja yang ditinggal di Wamena, yakni Imanuel Padwa karena mengalami cedera. Absennya pemain tengah tersebut, diyakini tidak akan mempengaruhi kesiapan tim mengingat saat ini Persiwa memiliki stok pemain tengah dengan kualitas merata seperti halnya Habel Satya, Fredinand Sinaga, Li Ho Yuan, serta Erick Weeks. Ferdinand Sinaga sendiri merupakan salah satu kekuatan muda terbaik yang dimiliki Persiwa. Pemain berusia 22 tahun tersebut, memiliki kecepatan dan skill individu yang bagus sebagai modal merobek pertahanan Arema. “Malang merupakan rumah kedua bagi kami, karena kami berulang kali sudah berhome base di sini, sehingga bagi kami kandang Arema sudah bukan tempat yang asing lagi untuk menampilkan yang terbaik agar meraih hasil maksimal,” tegas Agus. Perkiraan pemain : Arema Indonesia (4-4-2) - Ahmad Kurniawan (gk), Beni Wahyudi, Puwaka Yudi, Waluyo, Zulkifly Syukur (belakang), TA. Musafri, Ahmad Bustomi, Juan Revi, M Ridhuan (tengah), Chamelo Roman, Ahmad Amirudin (depan). Persiwa Wamena (4-4-2) - Galih Firmansyah (gk), Isak Konon, Yesaya Desman, Sasa Branezac, Joko Kuspito (belakang), Habel Satya, Ferdinand Sinaga, Erick Weeks, Li Hao Yuan (tengah) , Bokay Edy Foday, Pieter Rumaroppen (depan). (Kukuh Setiawan/Koran SI)
No comments:
Post a Comment