08 January 2011

Arema Siap Hadapi Persija

Jumat (7/1) tadi pagi, sekitar pukul
07.30 wib, skuad Arema Indonesia
mulai bertolak menuju Jakarta
melawan Persija Jakarta untuk
menjalani laga lanjutan kompetisi
Superliga Indonesia (LSI) di Stadion
Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu
(9/1) sore.
Dikatakan media officer Arema
Indonesia, Sudarmaji, semua
pemainnya berangkat dalam kondisi
full team. Kecuali Yongki Ariwibowo
yang terbelit cedera saat membela
timnas di Piala Aff 2010.
"Iya semua sudah berangkat
bersama seluruh pemain pagi tadi,"
ungkapnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, pihaknya
meminta dukungan serta doanya
Aremania.
"Baik yang mau datang langsung ke
Jakarta maupun yang akan
menyaksikan di televisi. Semoga
Arema memberikan yang terbaik ”
tambahnya.

07 January 2011

FIFA TIDAK AKUI LPI

Direktur pengembangan dan
anggota asosiassi FIFA Thierry
Regenass menegaskan, mengaku
tidak mengenal kompetisi sepakbola
profesional yang diselenggarakan di
luar anggotanya.
Mulai besok, ada dua kompetisi
sepakbola profesional di Indonesia,
yakni Superliga Indonesia yang
dikelola PSSI dan Liga Primer
Indonesia [LPI] gagasan pengusaha
Arifin Panigoro untuk meningkatkan
kualitas sepakbola di Tanah Air.
Dilansir Reuters, LPI yang diikuti 19
tim ini tidak diakui PSSI dan FIFA,
yang memberikan dukungan penuh
terhadap Superliga.
“Kami belum menerima laporan
resmi mengenai hal tersebut, tapi
kami perkirakan liga itu [LPI] akan
dimulai besok [Sabtu], ” ujar
Regenass di Doha, Qatar.
“Kami memantau situasi ini, dan jika
tetap dijalankan, maka akan
berhadapan dengan komite darurat
FIFA dan sanksi akan diambil. ”
PSSI telah menyatakan, bakal
memberikan sanksi kepada pemain
dan tim yang terlibat di LPI,
termasuk tiga klub yang hijrah dari
Superliga. 16 tim lainnya di LPI baru
dibentuk.
LPI bakal berjalan setelah mendapat
lampu hijau dari Menegpora Andi
Mallarangeng melalui Badan
Olahraga Profesional Indonesia
[BOPI].
Sebelumnya, manajer LPI Arya
Abhiseka sempat menyatakan
pihaknya sudah melakukan
komunikasi dengan FIFA dan
konfederasi sepakbola Asia [AFC].
Arya mengatakan, FIFA tidak pernah
melarang bergulirnya LPI.

Sunarto Insting Tajam Dan Akurasi Tendangan


Sunarto (lahir di Malang, Jawa
Timur, 18 Mei 1990; umur 20 tahun)
adalah seorang pemain sepak bola
Indonesia. Saat ini dia bermain
untuk Arema Indonesia di Liga
Super Indonesia. Dia biasa berposisi
sebagai Striker. Sunarto
menggunakan nomer punggung 15.
Ia adalah salah satu pemain yang
membawa Arema U-18 juara Piala
Soeratin Liga Remaja Nasional 2007.
Gelar
Juara Piala Soeratin Liga Remaja
Nasional 2007
Juara Liga Super Indonesia
2009/2010 bersama Arema
Indonesia
Runner up Piala Indonesia 2010
bersama Arema Indonesia

Juan Revi Breaker Serba Bisa


Bagi setiap pelatih,
memiliki satu atau lebih
pemain serba bisa dalam
sebuah tim menjadi solusi
alternatif dan nilai plus,
termasuk juga di tim
Arema Indonesia dengan
kehadiran Juan Revi.
Sejak bergabung dengan
Arema Indonesia di awal
musim 2009/10, Juan Revi
merupakan salah satu
pemain asli Malang yang
ditunggu aksinya oleh
Aremania, meski pemain
yang berdomisili di
Sawojajar ini baru diberi
kesempatan turun oleh
Robert memasuki
pertengahan putaran
pertama ISL 2009/10.
Pemain kelahiran 4 Juni
1986 ini bisa bermain di
berbagai posisi, sebagai
gelandang bertahan yang
merupakan posisi aslinya,
atau sebagai stopper dan
bek kanan.
Ketika itu, pemain
bernama lengkap Juan Revi
Auriqto ini harus bersaing
dengan sejumlah pemain
lain di posisi yang biasa ia
tempati. Di posisi bek
tengah Arema memiliki
kapten Pierre Njanka, duo
bek Purwaka dan Irfan
Raditya. Di bek kanan ada
Zulkifli, sedangkan di
gelandang persaingan lebih
ketat lagi karena ada Roni
Firmansyah, Tommy
Pranata, Ahmad Bustomi,
dan pemain asing yang
kemudian dicoret pada
pertengahan musim,
Landry Poulongaye.
Masuknya gelandang
Esteban Guillen di awal
putaran kedua tidak
membuat peran Juan Revi
hilang begitu saja di
Arema. Justru pemain yang
sempat bermain di
Persikoba Kota Batu dan
Deltras Sidoarjo ini menjadi
alternatif utama coach
Robert di lini belakang dan
gelandang bertahan.
Di Piala Indonesia
khususnya di babak 32 dan
16 besar, Juan Revi hampir
selalu menjadi starter
karena regulasi PT Liga
Indoneisa yang hanya
membolehkan tiga pemain
asing membuat Juan Revi
dan pemain-pemain muda
lainnya lebih banyak diberi
kesempatan turun oleh
Robert.
Bahkan ketika Esteban
pulang ke Uruguay ketika
kontraknya habis dan
Arema masih harus
bermain di babak delapan
besar Piala Indonesia, Juan
Revi menjadi pilihan utama
untuk mengisi pos
gelandang jangkar di lini
tengah Arema bersama
Ahmad Bustomi. Pilihan
Robert tak salah karena
duo Revi-Bustomi mampu
mendominasi lini tengah
pada pertandingan Arema
vs Persib menghadapi
gelandang-gelandang
Maung Bandung seperti
Atep, Cucu Hidayat, dan
Hariono.
Setelah mengoleksi gelar
juara bersama tim PON
Jatim dan juara ISL 2009/10
untuk Arema Indonesia,
gelar Piala Indonesia 2010
akan menjadi pelengkap
karir Juan Revi di Arema.
Bila Alfred Riedl jeli, Revi
pantas mengisi salah satu
skuad merah-putih
bersama tujuh pemain
Arema lainnya.
Momen terbaik:
Menang 3-0 atas Persib
Bandung pada leg pertama
babak delapan besar Piala
Indonesia 2010. Tampil
full-time menggantikan
peran Esteban, Juan Revi
tampil baik mengawal lini
tengah Arema dan menjadi
penyeimbang dalam
menyerang dan bertahan.

Kurnia Meiga


Dua tahun lalu, Kurnia Meiga dikenal sebagai kiper muda yang tempramental dan suka bikin ulah.
Hukuman Komdis PSSI pun sempat
dirasakan pemain berumur 20 tahun
ini. Dia dilarang aktif di sepak bola
selama 1 tahun meskipun direvisi
menjadi 5 bulan plus denda Rp 50
juta.
Kini semuanya berubah, diluar dan
didalam lapangan, kiper Arema
Indonesia itu jauh lebih tenang. Dia
santun, tak mudah emosi, dia juga
lebih percaya diri mengawal
gawang Arema.
Hasilnya, pada akhir musim ini,
kiper dengan nama lengkap Kurnia
Meiga Hermansyah itu dinobatkan
sebagai pemain terbaik Djarum
ISL 2009/10. Menyingkirkan nama-
nama tenar yang lebih lama malang
melintang di sepak bola nasional.
Seperti Aldo Baretto, Cristian
Gonzales, dan Ricardo Salampessy.
Apa yang membuat Kurnia bisa
berubah drastis seperti itu? Dengan
jujur, dia berucap semua karena
Aremania. Lajang bertinggi 184 cm
ini mengakui memang tidak ada
tuntutan keras dari Aremania bahwa
dia harus selalu dalam performa
terbaik. Namun kedekatan personal
dengan Aremania, membuatnya
selalu tertantang untuk memberikan
yang terbaik.
PS Urakan merupakan klub amatir
pertama Kurnia Meiga. Lucunya, di
klub itu posisi awal dia bukan
seorang kiper, melainkan striker.
Pada satu kesempatan, ada
kecelakaan di timnya. Kiper tidak
ada, Kurnia Meiga dicoba sebagai
kiper. Tak diduga, dia bisa
menunjukkan talenta yang luar
biasa. Sejak itulah posisi kiper
digelutinya.
Bergabung ke Diklat Ragunan,
Jakarta membuat talentanya makin
terasah. Dia mendapatkan
gemblengan penuh untuk menjadi
kiper yang bisa diandalkan. Hingga
akhirnya dia juga merasakan
bermain di timnas U-19 dan U-23.
Lonjakan karir Kurnia Meiga terjadi
ketika Arema Indonesia
merekrutnya. Musim pertama,
memang masih banyak rintangan.
baru di musim kedua, namanya
berkibar. Pergantian pelatih di kubu
Arema Indonesia ke Rene Robert
Alberts di musim ini menjadi faktor
krusial yang membuat namanya
makin tenar.
Tangan dingin pelatih asal Belanda
itu sukses mengasah potensi terbaik
kiper kelahiran Jakarta ini. “Menner
Londo itu berani memberi
kesempatan pemain muda,”
katanya.
Dibawah mantan pelatih timnas
junior Korea Selatan itu, Kurnia
Meiga yang awalnya diplot sebagai
kiper cadangan buat Markus
Harison, naik pangkat menjadi kiper
utama. “Dia punya talenta yang luar
biasa,” kata Robert Alberts.
Diakui oleh Robert Alberts, Kurnia
punya potensi untuk menjadi kiper
terbaik di Asia. Alasannya potensi
dan skill yang dimiliki di atas rata-
rata. “Seharusnya dia keluar dari
Indonesia dan mencoba di tim-tim
luar negri. Jika tetap disini, untuk
menjadi yang terbaik di Asia, sangat
susah terjadi,” jelas pelatih yang
sudah malang melintang di negara-
negara Asia ini.
Kurnia tahu soal itu, namun dia tidak
mau berpikir yang muluk-muluk
dulu. Buatnya, menjadi kiper
tangguh di Indonesia dan dipercaya
menjadi kiper timnas senior,
menjadai targetnya yang paling
realistis dulu.
“Di timnas tak mudah, banyak kiper
senior yang berpengalaman. namun
aku tertantang untuk
membuktikannya terlebih dulu,”
tutup Kurnia.

Dendy Santoso


Dendi Santoso
(lahir di Malang,
Jawa Timur, 9 Mei 1990; umur 20
tahun)
adalah seorang pemain sepak
bola Indonesia. Saat ini dia bermain
untuk Arema Indonesia di Liga
Super Indonesia. Dia memulai
belajar sepak bola di SSB Unibraw
82, kemudian Dia terjaring dalam
Akademi Arema tahun 2004. setelah
itu di tahun 2006 Dia masuk di tim
Arema Jr U-18 Piala Soeratin Liga
Remaja Nasional, di tahun 2007 Dia
ikut membawa Arema Jr juara Piala
Soeratin LRN U-18. Di tahun 2008
Dia menjadi bagian dari tim B atau
tim U-21 Arema. Pada putaran
kedua Liga Super Indonesia 2008/09
statusnya naik menjadi pemain
senior. Dia biasa berposisi sebagai
penyerang sayap. Ia adalah salah
satu anggota skuad timnas U-23 Sea
Games XXV 2009 yang diterjunkan
di Vientiane, Laos. Saat ini ia
mengikuti pelatnas PSSI dibawah
asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF
2010.[1]
Perjalanan karier
Klub
SSB Unibraw
Akademi Arema (2004)
Arema Jr U-18 (2006-2007)
Arema Jr U-21 (2008)
Arema Indonesia (2009-)
Timnags
PSSI U-23 (2009-
Gelar
Juara Piala Soeratin Liga Remaja
Nasional 2007
Juara Liga Super Indonesia
2009/2010 bersama Arema
Indonesia
Runner up Piala Indonesia 2010
bersama Arema Indonesia

Syamsir Alam


Syamsir Alam (lahir di Balingka, IV
Koto, Agam, 6 Juli 1992; umur 18
tahun) adalah seorang pemain sepak
bola Indonesia. Saat ini ia bermain
untuk SAD Indonesia. Tim yang saat
ini berguru di Uruguay, Amerika
Selatan. Syamsir adalah lulusan dari
SSB AS IOP, SSB yang didirikan oleh
mendiang Ronny Pattinasarani.
Syamsir pernah mengikuti Piala
Dunia U-11 Danone bersama
Makassar FC yang mewakili
Indonesia. Ia juga sempat mengikuti
tes bersama tim junior dari Belanda,
Vitesse Arnhem dan Heerenveen [1]
tapi sayang gagal. Syamsir adalah
type striker pekerja. di kompetisi
Liga U-17 Quinta Division 2008 ia
menjadi top skor dari tim SAD
Indonesia dengan mengemas 15 gol
dari 29 laga yang dilakoninya.
Syamsir dikenal sangat dekat
dengan pelatihnya Cesar Payovich.

James Zaidan


Kiprah pemain yang biasa dipanggil
James ini memang tidak terlalu
familiar bagi pecinta sepakbola tanah
air. Pria berusia 19 tahun itu lebih
banyak berkiprah di negeri Paman
Sam. Ia lahir di New York, dari
pasangan asal Indonesia,
Nazaruddin Saragih dan Artita.
Selama di New York, James
menghabiskan waktu dua tahun
menekuni ODP (Olympic
Development Program), sebuah
program pengembangan remaja-
remaja berbakat di Amerika Serikat
dengan tujuan menyaring peserta
Olimpiade dari semua cabang
olahraga, termasuk sepakbola.
Hasilnya, James mengikuti berbagai
turnamen domestik maupun
internasional khusus remaja.
Beberapa di antaranya adalah The
Score Tournaments, Dallas Cup, Las
Vegas Mayor's Cup, Zadar
International Tournament di Kroasia
pada tahun 2005, dan setahun
kemudian Thessaloniki's
International Tournament di Yunani.
Selain itu, pengagum Wesley
Sneijder ini merupakan salah satu
pencetak gol terbanyak di ODP, dan
sukses membantu timnya juara
Region 1. Di sekolahnya, Long Island
City High School, James menjadi
pemain kunci dan terpilih sebagai
Pemain Terbaik 2008.
Pemain berposisi gelandang serang
ini sebenarnya pernah mengikuti
seleksi Persebaya U-21 pada bulan
Maret tahun lalu, namun sayangnya,
James terkendala masalah
administrasi, dan setelah dua bulan
berlatih di Surabaya, dia terpaksa
kembali ke New York karena belum
memperoleh kewarganegaraan
Indonesia.
Selasa (4/1) malam kemarin, James
datang lagi ke Indonesia guna
mengikuti seleksi timnas U-23
Indonesia. Pelatnas dalam rangka
persiapan SEA Games dan kualifikasi
Olimpiade akan dimulai besok, dan
James akan tergabung dengan 33
pemain lainnya untuk tahap seleksi
pertama.
"Saya lahir di New York dan
otomatis menjadi warga negara
Amerika Serikat. Tapi saya ingin
memegang paspor Indonesia
supaya bisa masuk tim nasional.
Saya rela pindah ke Indonesia dan
meninggalkan New York," kata
James dikutip dari Goal.com.
Hadirnya James tentu memperkaya
opsi dari seleksi yang akan digelar.
'Framenya' yang berlatar belakang
sepakbola Amerika diharapkan dapat
menambah warna dalam sepakbola
nasional.
Profil singkat:
Nama: James Zaidan Saragih
Lahir: New York, 23 Maret 1991
Kewarganegaraan: Amerika
Serikat
Tinggi: 180 cm.
Berat: 81 Kg.
Klub saat ini: New York Cosmos
Posisi: Gelandang Serang

06 January 2011

Stefano Lilipaly


AWAL KARIER
"Saya mulai bermain bola sejak usia
7 tahun, ditempatkan di sebuah klub
amatir bernama DCG selama tiga
tahun. Dari situ saya pindah ke
akademi AZ Alkmaar, tapi hanya
bertahan selama satu tahun di sana
karena saya tidak menyukai
klubnya. Jadi saya masuk Utrecht,
dan sampai sekarang di sinilah saya
bermain. Perlahan saya naik ke Jong
Utrecht [skuad junior] atau tim
senior kedua."
POSISI & KHAS
"Gelandang serang. Saya seorang
pemain yang fleksibel, suka
mencetak gol dan memberikan
assist. Gaya bermain ingin meniru
salah satu pemain favorit saya,
[Andres] Iniesta. Saya bisa bermain
defensif, dan kemampuan saya juga
mendukung untuk menyerang.
"Saya memiliki kemampuan untuk
mencetak gol dari luar kotak.
Pemain lawan berpikir saya kecil,
tapi begitu menghadapi saya,
mereka kemudian bertanya, 'kenapa
orang sekecil itu bisa mencetak gol
dari jarak sejauh itu?'
"Musim ini saya baru tampil dalam
tiga pertandingan. Setiap
pertandingan, saya mencetak gol
dari luar kotak. Jadi saya sudah
mencetak tiga gol."
BELANDA ATAU INDONESIA
"Saya sudah memperkuat timnas
Belanda dari U-15 hingga U-18, tapi
kalau harus memilih, saya ingin
membela tim nasional Indonesia.
"Kedua orang tua selalu mendukung
saya dalam bermain bola. Sejak
awal mereka sudah melihat talenta
saya.
"Saya tidak mengenal banyak
tentang Indonesia. Saya belum
pernah ke sana, tapi ibu saya orang
Belanda dan saya mencintai
masakannya seperti nasi goreng.
Ibu saya sering memasak makanan
khas Indonesia, saya tidak
menghafal namanya selain nasi
goreng, tapi saya makan semuanya
dan menyukai semuanya. Nenek
saya juga sering masak."
FC UTRECHT
"Tahun lalu merupakan musim
perdana saya di Jong Utrecht. Tiga
pertandingan pertama, saya tidak
diturunkan. Tapi dalam debut saya
mencetak gol. Sejak itu, saya
diturunkan dalam semua
pertandingan. Hasilnya sangat
memuaskan. Saya sukses
mencetak delapan gol musim lalu,
dan ikut membantu Utrecht masuk
final Piala KNVB. Di final kami
mengalahkan Jong De Graafschap
dengan skor 4-1, dan saya
menyumbangkan dua gol dalam
pertandingan itu."

Buffon Terbaik Dekade Ini


Kiper Juventus Gianluigi
Buffon terpilih sebagai
Kiper Dekade ini menurut
International Federation of
Football History and
Statistics (IFFHS). Meski
musim ini belum pernah
dimainkan karena
menjalani proses
pemulihan, namun Buffon
yang juga kiper tim
nasional Italia ini dinilai
sebagai yang terbaik sejak
2000 sampai 2010.
Dirinya mengalahkan kiper
Real Madrid dan kapten
timnas Spanyol Iker Casillas
yang menduduki peringkat
dua meski prestasi lebih
baik dibandingkan Buffon.
Sementara, kiper Chelsea
Petr Cech berada di posisi
tiga.
Selanjutnya, mereka yang
termasuk sepuluh kiper
terbaik dalam satu dekade
tersebut, Edwin van der Sar
(Manchester United/
Belanda), Oliver Kahn
(Bayern Muenchen/Jerman)
, Nelson Dida (AC Milan/
Brasil), Jens Lehman
(Borussia Dortmund,
Arsenal, Stuttgart/Jerman),
Roberto Carlos
Abbondanzieri (Boca
Juniors, Internacional/
Argentina), Victor Valdez
(Barcelona/Spanyol), Julio
Cesar (Inter Milan/Brasil).
Kiper Serie A Italia
menunjukkan dominasinya
di 20 besar. Selain Buffon,
Dida dan Julio Cesar masih
ada Francesco Toldo yang
menduduki peringkat 14.

05 January 2011









Daftar Pemain Seleksi BTN (7PEMAIN INTI AREMA DIPANGGIL SELEKSI)


DAFTAR NAMA PEMAIN SELEKSI
PERTAMA, 6 Januari 2011
1. Choirun Nasrin (Persela
Lamongan)
2. Arditani Ardhiyasa (Persija Jakarta)
3. Seftia Hadi (PSPS Pekanbaru)
4. Andri Ibo (Persidafon)
5. Safri Umri (Persiraja Aceh)
6. Abdul Hamid Mony (Persiba
Balikpapan)
7. Wirya Kusmandra (Persija)
8. Hendro Siswanto (Persela
Lamongan)
9. Johan Manadji (Persiba Bantul)
10. Lifki Suteja (Persija)
11. Nasution Karubaba (Perseman
Manokwari)
12. Ramdani Lestaluhu (Persija
Jakarta)
13. Sigit Hermawan (Persija Jakarta)
14. Fred Ferdinando Mote (Persiwa)
15. Athur Itawan (Preston North
End)
16. Fahrizal Dila (Persiraja Aceh)
17. Aris Alfiansyah (Persela)
18. Harmoko (Persekam Metro)
19. Zisva Siswanto Marco
(Perseman Manokwari)
20. Alan Athur Arrongear (Persiwa)
21. Lucky Wahyu P (Persebaya)
22. Andik Firmansyah (Persebaya)
23. Novan Setyo Songko (Persibo
Bojonegoro)
24. Fandy Edy (Psm Makassar)
25. Dajusman Trisadi (PSM
Makassar)
26. Rachmat (PSM Makassar)
27. Kim Kurniawan (Persema
Malang)
28. Reza Mustofa Ardiansya
(Persema Malang)
29. Joko Ribowo (Persema Malang)
30. Irfan Bachdim * (Persema
Malang)
31. Kurnia Meiga * (Arema)
32. Yongky Aribowo * (Arema)
33. Okto Maniani * (Sriwijaya FC)
DAFTAR NAMA PEMAIN SELEKSI
KEDUA, 10 Januari 2011
1 Aji Saka (Arema)
2 Johan Angga Kusuma (Persijap
Jepara)
3 Mohamad Ridwan (Persita
Tangerang)
4 Cecep Supandi (Saint Prima
Bandung)
5 Gunawan Dwi Cahayo (Sriwijaya
FC)
6 Rachmat Latif (Sriwijaya FC)
7 Barkah Crustianto (Persijap Jepara)
8 Marco M.Kabiay (Persipura)
9 Johan Ahmad Farizi (Arema )
10 Rendi Saputra (Ex.Persib)
11 Burhanudin Nihe (Persigo
Gorontalo)
12 Risman Maidulla (Pro Titan)
13 Jacky Arisani (Sriwijaya FC)
14 Munadi (Persib Bandung)
15 Engelberth Sani (Pelita Jaya)
16 Ferdi Mofu (Semen Padang)
17 Dendi Santoso (Arema)
18 David Lali (Persipura)
19 Joko Sasongko (Pelita Jaya)
20 Egi Megiansyah (Pelita Jaya)
21 Yoga Eka Firmansyah (Bontang
FC)
22 Johann Yoga (Persib Bandung)
23 Risky Novriansyah (Persijap
Jepara)
24 Sunarto (Arema)
25 Lukas Wellem Manowen
(Persipura)
26 Titus Bonai (Persipura)
27 Rishadi Fauzi (Persita Tangerang)
DAFTAR NAMA PEMAIN SELEKSI
KETIGA, 14 Januari 2011
1 Ali Barkah (Pelita Jaya)
2 Dicky Jamalis (Semen Padang)
3 Rifki Deython Mokodompit (Persita
Tangerang)
4 Abdul Rachman (Pelita Jaya)
5 Joko Sidik Fitra Yono (Bontang FC)
6 Marcelino A. Mandagi (Bontang FC)
7 Irfan Raditya (Arema)
8 A.A. Wahyu Trisayaya (Persija
Jakarta)
9 Windu Hangoro Putra (PSPS
Pekanbaru)
10 Herry Susilo (PSIS Semarang)
11 Rama Pratama (Pro Titan)
12 Zainal Abidin (Persela Lamongan)
13 Hasim Kipau (Persija Jakarta)
14 M. Fauzan Djamal (Semen
Padang)
15 Iman Suprapto (Sriwijaya FC)
16 Elvis Nelson Anes (Persija Jakarta)
17 Mahadirga Lasut (Sriwijaya FC)
18 Immanuel Wanggai (Persipura
Jayapura)
19 Zulham Zumrud (Persela
Lamongan)
20 Stevie Bonsapia (Persipura
Jayapura)
21 Jajang Mulyana (Pelita Jaya)
22 Ferdinand Sinaga (Persiwa
Wamena)
23 Gerry Setia Nugraha (Pelita Jaya)
24 Johann Juanshyah * (Persijap
Jepara)
Keterangan: * : Pemain langsung
mengikuti TC tanpa mengikuti
seleksi

04 January 2011

City Siap Boyong Dzeko


detikcom - Manchester,
Transfer Edin Dzeko ke Manchester
City tak lama lagi akan segera
terealisasi. The Citizens telah
mencapai kesepakatan dengan
Wolfsburg terkait harga striker asal
Bosnia tersebut.
Dzeko memang jadi properti panas
di bursa transfer musim dingin ini
dengan City sebagai calon pembeli
utamanya. Setelah cukup lama
bernegosiasi dengan kubu
Wolfsburg, City akhirnya
mengkonfirmasi bahwa telah
tercapai deal terkait harga Dzeko.
"Kami telah menyetujui harganya,"
terang manajer Roberto Mancini
kepada Soccernet.
"Dia adalah pemain bagus dan
semua tim di Eropa
menginginkannya. Tapi kami
punya pertandingan penting
melawan Arsenal dan saya akan
bicara tentang dia setelah itu,"
lanjut Mancini.
Meski Mancini belum memberi
penjelasan rinci terkait transfer
Dzeko, harga pemain 24 tahun
tersebut diyakini berkisar di angka
27 juta pounds.

Firman Klarifikasi Tidak Punya Twitter


detikcom - Jakarta, Di Twitter,
muncul akun @FirmanUtina15 dan
@FirmanUtina yang
mengatasnamakan Firman Utina.
Atas hal itu, si pemain langsung
membantah dirinya mempunyai
akun di situs jejaring sosial itu.
Akun @FirmanUtina15 sendiri aktif
memposting saat perhelatan Piala
AFF lalu. Jumlah followernya pun
mencapai 109.641 hingga hari ini.
Terakhir kali diposting adalah pada
1 Januari 2011 lalu.
Sementara akun @FirmanUtina
lebih lama lagi karena terakhir aktif
pada 14 Maret 2010. Dan dua
postingan terakhir berisi kata-kata
yang cukup kasar dan merujuk
pada sebuah klub dan seorang
pemain asing.
Tak mau dirugikan dengan dua
akun itu, Firman pun langsung
mengklarifikasi jika sebenarnya ia
tak pernah berniat untuk membuat
akun twitter sama sekali.
"Itu akun palsu mas, saya tidak
pernah membuatnya sama sekali.
Saya juga diberitahu oleh Aliyudin
kalau segera membuat klarifikasi,
soalnya nanti dikirain saya
membohongi banyak orang," tutur
Firman dalam perbincangan
detikSport, Selasa (4/1/2011)
malam WIB.
Pemain Sriwijaya FC itu mengaku
hanya punya satu akun Facebook
dengan nama Utina_Firman

Njanka akan tinggalkan Arema

Rumor terkait eksodus pemain di
tubuh Arema terus bergulir. Setelah
dua hari lalu pihak internal
manajemen Arema mengamini
kabar tersebut, kini nama Pierre
Njanka mulai dikait-kaitkan dengan
Persib Bandung.
Il Capitano. Pierre Njanka yang
kini sedang disebut-sebut dilirik
oleh Persib.
Bek tangguh asal Kamerun tersebut
digosipkan segera berkostum
Persib, klub yang gagal
mengikatnya pada bursa transfer
pramusim lalu. Kini, Maung
Bandung jadi klub terdepan dan
paling siap menampung Njanka
yang isunya sudah tak betah
bermain di Arema. Juara Liga Super
Indonesia (ISL) musim lalu itu
dilanda kesulitan keuangan.
Manajer Persib, Umuh Muchtar
mengakui satu slot jatah pemain
asing tersisa bakal diproyeksikan
untuk pemain belakang. Namun,
Umuh menyatakan belum bisa
berkomentar banyak, termasuk
membenarkan rumor pembicaraan
antara manajemen Persib dengan
pihak Njanka.
“Belum lah saat ini, fokus utama
kami menyelesaikan seluruh
pertandingan hingga putaran
pertama. Belum ada pembicaraan
serius dengan pelatih soal siapa
pemain yang bakal didatangkan
pada putaran 2 nanti. Tapi, memang
rencananya kami akan
mendatangkan seorang bek asing,”
kata Umuh seperti dilansir oleh
Vivanews.
Kabar pendekatan Persib terhadap
Njanka salah satunya tak lepas dari
isu jika sejumlah pemain Singo Edan
acap dibuat jengah oleh manajemen
akibat sering dilakukan penundaan
gaji. Bahkan, terkadang penundaan
itu dalam jangka beberapa bulan.
“Jadi siapa tahu nanti berubah, bisa
saja nanti pelatih menginginkan
seorang gelandang, bisa jadi juga
seorang striker. Jadi tunggu sampai
putaran pertama berakhir saja. ”
Sementara itu, sebagaimana dilansir
oleh Malang Post (03/01), Njanka
memang telah mengutarakan
niatannya untuk hengkang dari
skuad besutan Miroslav Janu.
” Aku mau ke luar dari Arema,
mungkin tunggu putaran pertama
selasai. Ini sudah tiga bulan aku tidak
punya gaji, aku bisa pindah dimana-
mana saja. ”
Perihal adanya beberapa pemain
Arema lainnya yang juga berniat
untuk keluar, Njanka mengaku tidak
tahu menahu. “Ini soal aku dengan
Arema, aku mau keluar, untuk
lainnya aku tidak tahu, ” tegas
pemain yang musim lalu sukses
membuat beberapa pilar Arema
tetap bertahan di klub pasca
hengkangnya Robert Alberts ke PSM
Makassar tersebut.
Maung Bandung merupakan salah
satu pihak yang memetik
keuntungan setelah Cristian
Gonzales resmi mengantongi
paspor Indonesia. Perubahan status
kewarganegaraan El Loco membuat
Maung Bandung kini memiliki
peluang menambah barisan pemain
asing.
Persib kini baru memiliki empat
pemain saing dari lima jatah yang
diperbolehkan PT Liga Indonesia.
Empat pemain asing Persib yakni
duet Singapura Syahril Ishak dan
Baihakki bin Kaizan, Hilton Moreira
(Brasil) serta Pablo Alejandro
Frances (Argentina). (viv/onn/ale)